Budaya, Makanan dan Ciri khas Daerah Lampung

1.Budaya Lampung berupa Seni Tari Adat Lampung

Tarian Daerah lampung

Tarian Daerah Lampung ada bermacam -macam  , ada Tari Sembah ataw Tari Sigegh Penguten, Tari Bedana dan banyak lagi tarian yang lain nya. Oleh sebab itu  kita sebagai masyarakat lampung harus melestrikan tarian tersebut agar budaya Lampung semakin maju dan berkembang.
Ini adalah contoh Tari Sembah atau Tari Sigegh Penguten,  Tarian ini untuk menyambut tamu kehormatan pada acara resmi -resmi  atau pada acara perkawinan.
Tari Sembah ini ditampilkan oleh anak-anak atau remaja putri dengan lemah gemulai dan senyuman yang manis. Semoga adat budaya lampung berupa tarian atw yang lain nya semakin dilestarikan dan di kenal oleh masyarakat diluar lampung dan dapat go internasional.

2.Makanan khas

 Seruit

Berbagai masakan khas Lampung sering terdengar oleh masyarakat Indonesia di manapun. Tak berbeda jauh dengan ciri khas Palembang, selain memang lokasinya berdekatan masyarakat Lampung juga mengadopsi masakan yang berbau ikan dan sambal asem manis.
Masakan khas Lampung adalah seruit, yaitu masakan ikan digoreng atau dibakar dan dicampur dengan sambel terasi, tempoyak (olahan durian) ataupun mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, ditambah lalapan. Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus buah mangga kwini. Di toko-toko makanan dan oleh-oleh, juga terdapat makanan khas yaitu sambel Lampung, lempok (dodol), keripik pisang, kerupuk kemplang, manisan dll.
Hidangan lalapan dalam sambal seruit bisa bervariasi, namun di Lampung dikenal berbagai jenis tumbuhan yang cocok menjadi bahan lalapan. Selain timun, petai, kemangi, kol dan tomat. Namun tersedia pula lalapan jagung muda, pepaya dan adas.
Masyarakat lampung sangat mempercayai bahwa jika ingin makan sebaiknya tidak sendiri. Karena mencicipi masakan seruit tak ada hasilnya jika tidak dinikmati oleh teman-teman ataupun banyak orang. Sehingga yang selalu ada dibenak mereka adalah siapa yang akan diseruit jika tidak ada orang lain dan ingin nyeruit apa? Hal ini mungkin terjadi karena perkataan ini berarti siapa yang akan dijahili dengan rasa pedasnya sambal dari seruit itu. Selain itu, ada pula makanan khas Lampung, yaitu durian. Lokasi yang mudah dicari adalah Batu Putuk dan Sukadanaham.

Tempoyak

Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri) dan dijadikan bumbu masakan.

Sambal Lampung

Sambal dari salah satu daerah di Sumatera ini memang sangat terkenal karena rasanya yang super pedas. Sambal ini dikemas dalam botol-botol kaca kecil sehingga sangat praktis. Mau dinikmati langsung atau dimasak bersama lauk-pauk lainnya huah… kenapa tidak?
Lampung bisa dibilang bukan hanya terkenal akan ragam makanannya seperti keripik pisang, tempoyak, atau pempek saja. Sambal Lampung merupakan salah satu oleh-oleh yang seringkali diburu. Sambal botolan ini populer karena rasanya yang sangat pedas menyetrum lidah sehingga menciptakan sensasi tersendiri.

3. Ciri Khas Daerah Lampung

a. Menara Siger
Menara Siger yang terletak di Pelabuhan Bakauheni ini merupakan salah satu ikon Khas Lampung yang dapat terlihat dari pelabuhan Bakauheni, bahkan bagi anda yang akan berkunjung ke Lampung menggunakan angkutan laut (Armada Kapal Ferry) dari pelabuhan Merak, Banten, sebelum kapal yang anda tumpangi akan menepi di Pelabuhan Bakauheni, Menara Siger ini sudah dapat terlihat jelas sekali, bahkan di Malam hari menara Siger ini dapat anda lihat dengan jelas karena dihiasi dengan banyak penerangan Lampu.

SUMBER
http://kesenianlampung.wordpress.com/2012/03/29/koleksi-lagu-daerah-lampung/

https://www.google.com/search?q=ciri+khas+lampung&tbm=isch&imgil=

ikan, sengkal (cobekan) untuk menggiling bumbu, pisau, parutan kelapa, serta piring untuk menghidangkannya.

SUMBER
http://kesenianlampung.wordpress.com/2012/03/29/koleksi-lagu-daerah-lampung/